Ecomart: Koperasi Bank Sampah untuk Kesejahteraan
Koperasi Ecomart resmi beroperasi sejak Desember 2025 sebagai model integrasi bank sampah dan ekonomi sirkular. Berlokasi di BSD City, Ecomart menjadi hub bagi 50 anggota untuk menabung sampah, menukar dengan produk kebutuhan sehari-hari, dan mengakses pelatihan kewirausahaan hijau.
Konsep Ecomart sederhana namun powerful: anggota membawa sampah yang sudah dipilah (plastik, kertas, logam, kaca), ditimbang dan dicatat dalam akun digital, nilai sampah dikonversi menjadi poin, poin dapat ditukar dengan produk di minimarket Ecomart atau ditarik tunai.
- Bank sampah dengan sistem poin digital
- Minimarket produk ramah lingkungan
- Pelatihan produksi kerajinan dari daur ulang
- Akses ke pasar online produk eco-friendly
- Konsultasi bisnis UMKM hijau
Dalam 3 bulan operasi, Ecomart telah mengumpulkan 2 ton sampah anorganik yang 85%-nya berhasil didaur ulang. Nilai transaksi mencapai Rp 15 juta dengan margin keuntungan 20% yang dibagikan sebagai SHU (Sisa Hasil Usaha) kepada anggota.
Ibu Aminah (48), salah satu anggota aktif, berbagi pengalaman: "Selain dapat uang dari sampah, saya juga ikut pelatihan bikin tas dari plastik bekas. Sekarang punya penghasilan tambahan Rp 2 juta per bulan dari jualan tas. Ecomart bener-bener mengubah hidup saya."
Ecomart menjadi model replikasi untuk komunitas lain. BuPeri membuka pendampingan bagi komunitas yang ingin membentuk koperasi serupa dengan menyediakan training, sistem digital, dan akses ke jaringan industri daur ulang.