Artikel Edukasi
20 December 2025
7 menit
Prof. Dr. Siti Nurhaliza

SDGs dan Peran Yayasan dalam Pembangunan Berkelanjutan

SDGs dan Peran Yayasan dalam Pembangunan Berkelanjutan

Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah 17 tujuan global yang diadopsi oleh PBB pada 2015 untuk dicapai pada 2030. Target-target ini mencakup pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, energi bersih, hingga aksi iklim.

Yayasan dan organisasi masyarakat sipil memainkan peran krusial dalam pencapaian SDGs. Mereka menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan implementasi di tingkat grassroots, serta menggerakkan partisipasi masyarakat dalam program-program berkelanjutan.

SDGs yang Relevan dengan Program BuPeri:
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (UMKM hijau, Ecomart)
    • SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Bank sampah, LINGKUP)
      • SDG 12: Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab (Ekonomi sirkular)
        • SDG 13: Aksi Iklim (Pengurangan emisi dari pengelolaan sampah)
          • SDG 14: Kehidupan di Bawah Laut (Interceptor 020 Cisadane)
          • Kontribusi yayasan terhadap SDGs dapat diukur melalui indikator spesifik. Contoh: Program SETARA berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui integrasi literasi lingkungan di sekolah, dan SDG 12 melalui pengurangan sampah sekolah 60%.

            Partnership adalah kunci sukses SDGs (SDG 17). BuPeri berkolaborasi dengan pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup), korporasi (The Ocean Cleanup, industri daur ulang), akademisi (universitas untuk riset), dan komunitas lokal untuk mencapai dampak maksimal.

            Monitoring dan evaluasi berbasis data penting untuk akuntabilitas. BuPeri menggunakan dashboard digital untuk melacak metrik: ton sampah terolah, jumlah beneficiaries, pendapatan ekonomi, dan pengurangan emisi CO2. Data ini dipublikasikan dalam laporan tahunan SDGs Impact Report.